Selasa, 17 September 2013

Hasil Bentang Lahan Endogen

TENAGA ENDOGEN
Permukaan bumi senantiasa berubah dan akan terus berubah. Hal itu karena adanya tenaga pengubah relif permukaan bumi. Tenaga itu di sebut tenaga geologi, yaitu tenaga yang mengubah bentuk muka bumi. Tenaga ini dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang bersifat membangun bentuk relief muka bumi. Tenaga ini meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme.
 Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya pergeseran dan perubahan letak lapisan batuan secara horizontal (orogenesis) dan secara vertical (epirogenesis)
                Gerak orogenesis adalah pergeseran lapisaan kulit bumi secara cepat meliputi darah yang sempit.peristiwa ini menimbulkan lipatan dan patahan.
-         Lipatan terjadi jika terdapat tekanan horizontal maupun vertical pada kulit bumi yang bersifat liat (plastis), sehingga kulit bumi mengalami pengerutan. Hal ini dapat kita bandingkan seperti taplak meja yan ditekan secara horizontal pada satu sisi, sehingga terjadi pengerutan atau pelipatan.Punggung lipatannya disebut antiklinal, sedangkan lembah lipatannya disebut sinklinal. Puncak dan lembah lipatan inilah yang membentuk rangkaiann pegunungan.Lipatan yang terjadi dapat berupa lipatan tegak (symmetrical folds), miring (asymmetrical fold), menutup (recumbent folds) rebah (overturned folds) dan sesar sungkup (overthrust) dan isoklinal

-         Patahan, terjadi akibat tenaga endogen yang relative cepat, baik secara vertical maupun horizontal terhadapstruktur batuan keras sehingga antara struktur lapisan yang satu dan yang lainnya jadi terpisah dan patah.
Jenis patahan
·         Tanah naik (horst), dataran yang terletak lebih tinggi dari aerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya payah.
·         Tanah turun (graben/slenk), yaitu kenampakan dataran yang letaknya rendah dari daerah di kelilingnya, akibat dataran
·         Destral adalah patahan yang bergeser ke kanan dari titik peneliti.
·         Sinitral adalah patahan yang bergeser ke kiri dari titik peneliti
·         Block mountain adalah patahan yang terjadi akibat tenaga endogen yang menghasilkan bentuk retakan, ada yang naik, ada yang turun dan ada yang bergerak miring sehingga terjadi suatu bentuk yang kompleks




    Gerak epirogenesis adalah pergeseran lapisan kulit bumi yang relative lambat meluputi daerah yang luas. Gerak epirogeentik sering pula disebut tenaga pembentuk benua.

Ada dua gerak epirogenesis yaitu :
-      epirogenesis positif : gerak turunnya daratan sehingga terlihat permukaan air laut naik                  
-      epirogenesis negative : gerak naiknya daratan sehingga terlihat perrmukaan air laut turun

SATUAN BENTUK ASAL STRUKTURAL
1.      Pegunungan Blok Sesar
Pegunungan blok sesar adalah pegunungan yang tersusun dari batuan klastik, ditandai oleh berbagai bentuk patahan, misalnya: graben,sembul,triangle facet,dan sebagainya
   sesar Grindulu  yng membelah kota Pacitan

2.       Gawir Sesar. Gawir sesar yaitu tebing patahan memanjang, terjadi karena adanya dislokasi.
Contoh: Gawir Pucak Gunung Batu
3.       Perbukitan Atau Pegunungan Sinklinal
Sinklinal merupakan bagian lipatan yang memiliki bagian yang lebih rendah dari bagian lipatan lainnya. Lipatan sinklinal akan membentuk permukaan bumi menjadi cekung, contohnya lembah. Pegunungan/perbukitan sinklinal tersusun dari batuan plastis, terdiri atas lembah-lembah lipatan.
Bukit Barisan beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Bukit Barisan (disambiguasi).
Bukit Barisan
Pegunungan
Pegunungan Bukit Barisan di sepanjang jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh
Negara
Provinsi
Titik tertinggi
 - Elevasi
3.805 m (12.484 ft)
Panjang
1.025 mi (1.650 km), utara–selatan
Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran gunung yang membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung) pulauSumatra, memiliki panjang lebih kurang 1650 km.
Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Kerinci yang berlokasi di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara pelat tektonik Eurasia dan Australia.



4.       Pegunungan Atau Perbukitan Plato
Pegunungan/perbukitan plato, merupakan tanah datar dengan struktur horizontal, dengan ketinggian >500 m untuk pegunungan dan<500m untuk perbukitan. pada umumnya dikelilingi oleh klompok volkan atau rangkaian pegunungan.
Contoh Plato di Indonesia: Plato Dieng di Jawa Timur, Plato di sekitar Danau Toba.                                    



    Vulkanisme adalah proses ekstruksi (keluarnya)magma ke permukaan bumi
Proses keluarnya magma ke permukaan bumi di sebut ERUPSI. Di bedakan menjadi dua yaitu intrusi dan ekstrusi :
    Intrusi magma : penerobosan magma yang tidak sampai ke permukaan bumi, peristiwa intrusi magma disebut juga PLUTONISME. Walau tidak sampai ke permukaan bumi, penerobosan magma ini menghasilkan batuan beku di dalam lapisan kulit bumi yang disebut INTRUSIVE. Bentuk intrusi magma misalnya :

·         Batolit adalah magma yang membeku di dalam dapur magma
·         Lakolit  adalah batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan membeku di antara dua lapisan batuan. Lakolit berbentuk seperti lensa cembung
·         Keeping intrusi atau sill adalah batuan beku yang terbentuk di antara dua lapisan batuan dengan bentuk pipih danmelebar.
·         Gang atau korok adalah batuan beku yang berbentuk pipih atau lebar yang merupakan hasil intrusi magma yang memotong lapisan batuan dengan arah tegak atau miring

Ekstrusi magma : gerakan magma yang dapat mencapai permukaan bumi melalui terusan kepundan maupun celah – celah retakan.


Erupsi berdasarkan bentuk lubang keluarnya magma dibedakan menjadi 3 yaitu :
-     Erupsi linier yaitu magma keluar ke permukaan bumi melalui retakan memanjang sehingga terbentuk deretan gunung api.
-         Erupsi areal, yaitu erupsi yang terjadi karena magma terletak sengat dekat dengan permukaan bumi, sehingga ketika permukaan bumi terbakar, magma meleleh keluar ke permukaan bumi.
-         Erupsi sentral, yatu erupsi yang terjadi karena magma keluar melalui lubang dan membentuk gunung – gunung yang letaknya terpisah.
Erupsi sentral dibedakan menjadi 3 macam :

·      Erupsi effusif adalah peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi yang tidak disertai dengan terjadinya ledakan karena tekanan gasnya kurang kuat. (menghasilkan gunung api tameng/perisai)
·      Erupsi aksplosif adalah peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi dengan disertai ledakan sebagai akibat dari tekanan gas yang kuat. (menghasilkan gunung api corong / maar)
·      Erupsi campuran adalah erupsi selang seling antara effisif dan eksplosif. (menghasilkan gunung api kerucut / strato)

Berdasarkan sifat erupsi dan bahan yang dikeluarkannya, ada 3 macam gunung berapi sentral, yaitu:

    Gunung api perisai. Gunung api ini terjadi karena magma yang keluar sangat encer. Magma yang encer ini akan mengalir ke segala arah sehingga membentuk lereng sangat landai. Ini berarti gunung ini tidak menjulang tinggi tetapi melebar. Contohnya: Gunung Maona Loa dan Maona Kea di Kepulauan Hawaii.
    Gunung api maar. Gunung api ini terjadi akibat adanya letusan eksplosif. Bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magmanya sangat dangkal dan sempit. Gunung api ini biasanya tidak tinggi, dan terdiri dari timbunan bahan padat (efflata). Di bekas kawahnya seperti sebuah cekungan yang kadang-kadang terisi air dan tidak mustahil menjadi sebuah danau. Misalnya Danau Klakah di Lamongan atau Danau Eifel di Prancis.
    Gunung api strato. Gunung api ini terjadi akibat erupsi campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus menerus. Hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan terdiri dari bermacam-macam batuan. Gunung api inilah yang paling banyak ditemukan di dunia termasuk di Indonesia. Misalnya gunung Merapi, Semeru, Merbabu, Kelud, dan lain-lai

Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunungapi. Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunungapi adalah :
·         Kenaikan suhu udara di sekitar gunungapi drastis (dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas)
·         Banyak tumbuhan kering dan hewan turun dari gunung.
·         Meningkatnya bau belerang yang menyengat
·         Terdengar suara gemuruh dari dalam gunung api
·         Sering terjadi gempa kecil
·         Keluarnya bahan gas yang semakin hebat
·         Sumber air di sekitar gunung api banyak yang mengering

Pascavulkanik (postvulcanic).Pascavulkanik adalah gejala dimana gunungapi menampakan aktifitas atau sedang dalam fase istirahat. Gejalanya antara lain :

    Ditemukannya mata air panas, yang bisa dijadikan obat kulit, seperti mata air di Banten (Jawa Tangah) dan di Ciatar (Jawa Barat)
Ditemukannya Gas gunung berapi berupa:
-         Uap air (fumarola)
-         Gas belerang (sulfatar)
-         Gas karbondioksida (mofet)

    Adanya semburan air panas (geyser) yang keluar darirekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi (Jawa Barat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar