Minggu, 13 Oktober 2013

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIS REGIONAL INDONESIA “VEGETASI DAN HEWAN DI INDONESIA”



KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIS REGIONAL INDONESIA
“VEGETASI DAN HEWAN DI INDONESIA”
                                                                

                              
 
 
Dedy Harianja     (3123131000)
Febrita Octavia   (3123131018)
Joko Prianto        (3123131000)

Jurusan Pendidikan Geografi
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Medan
2013




Kata Pengantar
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatNya tim kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik hingga sampai kepada tangan pembaca.
            Adapun isi dalam makalah ini adalah membahas Vegetasi dan Hewan di Indonesia, yang mencakup tentang jenis-jenisnya, persebarannya serta perlindungan sumber daya vegetasi dan hewan. Sehingga makalah ini dapat menjadi referensi yang bisa digunakan kepada kalangan mahasiswa yang menjalani jurusan yang bersangkutan.
            Adapun tujuan diselesaikannya makalah ini adlaah untuk menggenapi tugas yang diberikan dosen pengampu mata kuliah Geografi Regional Indonesia. Namun dapat juga dipakai untuk kalangan umum sebagai penambah wawasan.
            Sebagaimana kami adalah mahasiswa tentunya memiliki kekurangan dalam penyusunan, serta isi dalam pembuatan makalah, oleh karena itu kami segenap tim penyusun, meminta komentar, saran dan kritik yang membangun, agar dapat menjadi pemebelajaran bagi kami untuk selanjutnya.
            Demikianlah yang dapat kami sampaikan atas perhatian pembaca kami ucapkan terimakasih.



Tim Penulis

Medan, September 2013








VEGETASI DI INDONESIA
Indonesia merupakan suatu negara berbentuk kepulauan yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan sebagian besar wilayahnya berupa lautan.
Kondisi wilayah yang berbentuk pulau-pulau dan dikelilingi oleh laut mengakibatkan keadaan flora di Indonesia menjadi sangat beragam.
Keadaan flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion, yaitu subregion Indonesia-Malaysia di wilayah Indonesia Barat dan subregion Australia di wilayah Indonesia Timur. Secara garis besar, flora Indonesia terdiri atas empat kawasan flora, yaitu Flora Sumatra-Kalimantan, Flora Jawa- Bali, Flora Kepulauan Wallacea, dan Flora Irian Jaya (Papua).
Persebaran vegetasi hutan di Indonesia   secara horizontal dapat dibedakan menjadi :
1. Hutan hujan tropika
Di Indonesia tipe hutan ini ada 2 macam, yaitu hutan flora melanesia, dan hutan hujan flora Australia. Hutan Hujan flora melanesia tersebar di pulau sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. ciri-cirinya adalah jenis kayu miranti ( di Kalimantan), siklus hujan tahunan. hutan hujan flora australia tersebar di pulau sulawesi, maluku, dan Irian Jaya. ciri : ditandai dengan pohon-pohon cemara, eucaliptus, pinus, dll. hutan hujan tropika di wilayah barat lebih lebat dibanding dengan hutan hujan tropika di wilayah timur.
2. Hutan Musim
ciri khas hutan musim adalah pohon-pohonnya lebih jarang, sehingga sinar matahari menembus celah-celah daun sampai ke tanah, akibatnya tumbuhan penutup tanah lebih bebas tumbuh, tinggi maksimum pohon antara 12-35 meter, jumlah spesiesnya lebih kecil.
3. Sabana dan Stepa
Sabana terdiri atas vegetasi pohon-pohonan dan jenis rumput sebagai tumbuhan penutup. karakteristik sabana di daerah tropika ditumbuhi rumput dengan ketinggian 4 meter. Vegetasi sabana ditumbuhi pohon-pohon jenis acasia. Di Indonesia sabana dan stepa tropika cukup luas terutama di NTB dan NTT.


4. Hutan Bakau (Mangrove)
Hutan bakau merupakan vegetasi pantai yang ada di daerah hutan hujan tropika, terutama berada di daerah pantai yang berair payau dan tanah lumpur yang tebal. Di Indonesia hutan bakau luasnya 4,25 juta hektar. 69% berada di Irian Jaya, 18 % di Sumatera, 9% di Kalimantan, dan 4% dipulau lainnya.

Persebaran Tumbuh-Tumbuhan secara Vertikal
Hasil Penelitian J.W Yunghun menjelaskan bahwa:
1.      Pada ketinggian 0-650 m (zona panas) terdapat tumbuhan mangrove, pandan,  kelapa, padi, tebu, tembakau, coklat, karet, dan kapas.
2.      Pada ketinggian 650 – 1500 m (zona sedang) terdapat tumbuhan aren, pinang, kopi. Kemudian pada tempat-te,pat tertentu terdapat juga ras malu
3.      Pada ketinggian 1500 – 2500 m (zona sejuk) terdapat tumbuhan teh, cemara dan lain-lain.
4.      Pada ketinggian diatas 2500 m (zona dingin) terdapat tumbuhan kina. Kemudian sampai ketinggian 300 m adalah merupakan batas pohon-pohon karena temperatur udara sudah terlalu dingin. Diatas  nya hanya tumbuh lumut dan rumput yang halus.


















Hewan di Indonesia

Fauna yang terdapat di wilayah Indonesia Barat merupakan fauna yang bertipe Asiatis atau memiliki kemiripan dengan fauna-fauna yang tedapat di benua Asia. Fauna Indonesia Barat disebut juga wilayah fauna dangkalan Sunda.
Persebaran wilayah fauna Indonesia Barat ini meliputi :
1. Pulau Sumatera dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau dll)
2. Pulau Jawa dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nusa Kambangan, Nusa Barung, Madura, Kepulauan Seribu, Pulau Vulkan Krakatau dll)
3. Pulau Kalimantan
4. Pulau Bali
Wilayah fauna Indonesia Barat berbatasan dengan wilayah Indonesia Tengah, garis khayal yang membatasinya dinamakan Garis Wallacea.
Beberapa jenis fauna yang terdapat di wilayah fauna Indonesia Barat antara lain :
1.      Jenis mamalia, meliputi gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, harimau, tikus, bajing, kijang, ajag, kelelawar, landak dan babi hutan.
2.      Jenis reptil, meliputi buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, bunglon, dan trenggiling.
3.      Jenis burung, meliputi burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang dan berbagai macam unggas.
4.      Jenis serangga, misalnya kumbang Badak (kumbang Jawa)
5.      Jenis ikan air tawar, misalnya ikan pesut (sejenis lumba-lumba air tawar di sungai Mahakam)





Fauna Indonesia Tengah
Wilayah persebaran fauna Indonesia Tengah juga sering disebut dengan wilayah fauna Kepulauan Wallacea atau cukup fauna Wallacea saja. Selain itu juga sering disebut sebagai wilayah fauna peralihan, yaitu wilayah yang memisahkan antara wilayah fauna Indonesia Barat dengan wilayah fauna Indonesia Timur. Wilayah fauna Indonesia Tengah meliputi daerah:
1.        Pulau Sulawesi
2.       Pulau Timor
3.       Kepulauan Nusa Tenggara, seperti Flores, Sumba, Lombok Komodo dan pulau-pulau kecil disekitarnya
Wilayah fauna Indonesia Tengah terletak diantara Garis Wallace dan Garis Webber. Garis Wallace memisahkan wilayah fauna Indonesia Tengah dengan Indonesia Barat. Garis Webber memisahkan wilayah fauna Indonesia Tengah dengan Indonesia Timur.
Beberapa jenis fauna yang hidup di wilayah fauna Indonesia Tengah antara lain :
1.      Mamalia, meliputi anoa, babi rusa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang tarsius, monyet saba, kuda, sapi dan banteng.
2.      Reptil, meliputi biawak, kura-kura, buaya, ular dan reptil raksasa khas Indonesia yaitu komodo
3.      Amfibia, meliputi katak air, katak pohon dan katak terbang
4.      Berbagai macam burung, meliputi burung dewata (burung cendrawasih), maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakaktua, nuri dan merpati.












Fauna Indonesia Timur
Wilayah fauna Indonesia timur disebut juga wilayah fauna dangkalan Sahul. Jenis-jenis fauna yang terdapat di wilayah ini bertipe Australis, maksudnya jenis fauna yang hidup mirip dengan fauna-fauna di Australia.
Persebaran wilayah fauna Indonesia Timur meliputi :
1. Kepulauan Maluku dan kepulauan kecil di sekitarnya
2. Papua (Irian) dan sekitarnya.
Wilayah fauna Indonesia Timur berbatasan dengan Wilayah Fauna Indonesia Tengah dan dibatasi oleh garis khayal yaitu Garis Webber, dan termasuk dalam kelompok fauna dunia zona Australis.
Beberapa jenis fauna yang hidup di wilayah Fauna Indonesia Timur antara lain :
1. Mamalia, terdiri atas kangguru, walaby, beruang, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kangguru pohon dan kelelawar.
2. Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal dan kura-kura
3. Amfibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang dan katak air
4. Burung, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari dan namudur










PERLINDUNGAN SUMBERDAYA VEGETASI DAN HEWAN

Konservasi
Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah [2]:
·         Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
·         Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
·         (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
·         Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
·         Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.

Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).
Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya.
Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
Cagar Alam
Cagar alam adalah kawasan hutan untuk melindungi hewan, tumbuhan, tanah dan tempat-tempat bersejarah lainnya.
Contoh cagar alam yang ada di Indonesia:
1.    Cagar alam Pulau Dua di Jabar untuk melindungi hutan dan burung laut yang beraneka  ragam, sehingga dikenal sebagai kerajaan laut.
2.    Cagar alam Cibodas di gunung Gede untuk melindungi hutan huja tropis dan aneka tumbuhan lainnya.
3.    Cagar alam Ujung Kulon, Jawa Barat untuk melindungi hutan sekaligus binatang di dalamnya seperti badak bercula satu, rusa, buaya, banteng dan sebagainya.
4.    Cagar alam Pananjung Pangandaran untuk melindungi hutan, rusa, banteng, babi hutan, dan sebagainya.
5.    Cagar alam Lalijiwa Jatim untuk melindungi hutan flora alpina dan cemara.
6.    Cagar alam raflesia Bengkulu untuk melindungi pohon Raflesia (bunga bangkai).
7.    Cagar alam Sibolangit Sumatera Utara untuk melindungi flora asli Sumatera.















Suaka marga satwa adalah suatu kawasan hutan tempat melindungi hewan-hewan tertentu dan tidak untuk diburu.
Contoh suaka marga satwa di Indonesia:
1.    Suaka marga satwa G. Leuser di Aceh untuk melindungi gajah, badak, orang utan, tapir, harimau, kambing hutan, dan buaya.
2.    Suaka marga satwa Sumatera Selatan untuk melindungi tapir, badak, harimau, gajah dan rusa.
3.   Suaka marga satwa Way Kambas di Lampung untuk melindungi gajah, badak dan harimau.
4.         Suaka marga satwa Pulau Komodo untuk melindungi komodo.
5.      Suaka marga satwa Baluran Jawa Timur untuk melindungi banteng, badak, kerbau, rusa, dan sebagainya.
6.    Suaka marga satwa pulau Mojo di Sumbawa untuk melindungi kakaktua, ayam hutan, sapi, babi, dan sebagainya.
7.    Suaka marga satwa Kutai Kaltim untuk melindungi babi hutan, banteng, orang utan, rusa, dan sebagainya.