KARAKTERISTIK
LINGKUNGAN FISIS REGIONAL INDONESIA
“VEGETASI
DAN HEWAN DI INDONESIA”
Dedy
Harianja (3123131000)
Febrita
Octavia (3123131018)
Joko
Prianto (3123131000)
Jurusan
Pendidikan Geografi
Fakultas
Ilmu Sosial
Universitas
Negeri Medan
2013
Kata
Pengantar
Puji dan syukur kita panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatNya tim kami dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik hingga sampai kepada tangan pembaca.
Adapun isi
dalam makalah ini adalah membahas Vegetasi dan Hewan di Indonesia, yang
mencakup tentang jenis-jenisnya, persebarannya serta perlindungan sumber daya
vegetasi dan hewan. Sehingga makalah ini dapat menjadi referensi yang bisa
digunakan kepada kalangan mahasiswa yang menjalani jurusan yang bersangkutan.
Adapun
tujuan diselesaikannya makalah ini adlaah untuk menggenapi tugas yang diberikan
dosen pengampu mata kuliah Geografi Regional Indonesia. Namun dapat juga
dipakai untuk kalangan umum sebagai penambah wawasan.
Sebagaimana
kami adalah mahasiswa tentunya memiliki kekurangan dalam penyusunan, serta isi
dalam pembuatan makalah, oleh karena itu kami segenap tim penyusun, meminta
komentar, saran dan kritik yang membangun, agar dapat menjadi pemebelajaran
bagi kami untuk selanjutnya.
Demikianlah
yang dapat kami sampaikan atas perhatian pembaca kami ucapkan terimakasih.
Tim Penulis
Medan, September 2013
VEGETASI DI
INDONESIA
Indonesia
merupakan suatu negara berbentuk kepulauan yang terdiri atas lebih dari 17.000
pulau dan sebagian besar wilayahnya berupa lautan.
Kondisi
wilayah yang berbentuk pulau-pulau dan dikelilingi oleh laut mengakibatkan
keadaan flora di Indonesia menjadi sangat beragam.
Keadaan
flora di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua subregion, yaitu
subregion Indonesia-Malaysia di wilayah Indonesia Barat dan subregion Australia
di wilayah Indonesia Timur. Secara garis besar, flora Indonesia terdiri atas
empat kawasan flora, yaitu Flora Sumatra-Kalimantan, Flora Jawa- Bali, Flora
Kepulauan Wallacea, dan Flora Irian Jaya (Papua).
Persebaran vegetasi hutan di Indonesia secara horizontal dapat dibedakan menjadi :
1. Hutan hujan tropika
Di
Indonesia tipe hutan ini ada 2 macam, yaitu hutan flora melanesia, dan hutan
hujan flora Australia. Hutan Hujan flora melanesia tersebar di pulau sumatera,
Jawa, Bali dan Kalimantan. ciri-cirinya adalah jenis kayu miranti ( di
Kalimantan), siklus hujan tahunan. hutan hujan flora australia tersebar di
pulau sulawesi, maluku, dan Irian Jaya. ciri : ditandai dengan pohon-pohon
cemara, eucaliptus, pinus, dll. hutan hujan tropika di wilayah barat lebih
lebat dibanding dengan hutan hujan tropika di wilayah timur.
2. Hutan Musim
ciri khas
hutan musim adalah pohon-pohonnya lebih jarang, sehingga sinar matahari
menembus celah-celah daun sampai ke tanah, akibatnya tumbuhan penutup tanah
lebih bebas tumbuh, tinggi maksimum pohon antara 12-35 meter, jumlah spesiesnya
lebih kecil.
3. Sabana dan Stepa
Sabana
terdiri atas vegetasi pohon-pohonan dan jenis rumput sebagai tumbuhan penutup.
karakteristik sabana di daerah tropika ditumbuhi rumput dengan ketinggian 4
meter. Vegetasi sabana ditumbuhi pohon-pohon jenis acasia. Di Indonesia sabana
dan stepa tropika cukup luas terutama di NTB dan NTT.
4. Hutan Bakau (Mangrove)
Hutan bakau
merupakan vegetasi pantai yang ada di daerah hutan hujan tropika, terutama
berada di daerah pantai yang berair payau dan tanah lumpur yang tebal. Di
Indonesia hutan bakau luasnya 4,25 juta hektar. 69% berada di Irian Jaya, 18 %
di Sumatera, 9% di Kalimantan, dan 4% dipulau lainnya.
Persebaran Tumbuh-Tumbuhan secara
Vertikal
Hasil Penelitian J.W Yunghun
menjelaskan bahwa:
1. Pada
ketinggian 0-650 m (zona panas) terdapat tumbuhan mangrove, pandan, kelapa, padi, tebu, tembakau, coklat, karet,
dan kapas.
2. Pada
ketinggian 650 – 1500 m (zona sedang) terdapat tumbuhan aren, pinang, kopi.
Kemudian pada tempat-te,pat tertentu terdapat juga ras malu
3. Pada
ketinggian 1500 – 2500 m (zona sejuk) terdapat tumbuhan teh, cemara dan
lain-lain.
4. Pada
ketinggian diatas 2500 m (zona dingin) terdapat tumbuhan kina. Kemudian sampai
ketinggian 300 m adalah merupakan batas pohon-pohon karena temperatur udara
sudah terlalu dingin. Diatas nya hanya
tumbuh lumut dan rumput yang halus.
Hewan di Indonesia
Fauna yang
terdapat di wilayah Indonesia Barat merupakan fauna yang bertipe Asiatis atau
memiliki kemiripan dengan fauna-fauna yang tedapat di benua Asia. Fauna
Indonesia Barat disebut juga wilayah fauna dangkalan Sunda.
Persebaran wilayah fauna
Indonesia Barat ini meliputi :
1. Pulau Sumatera dan
pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kepulauan
Riau dll)
2. Pulau Jawa dan
pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nusa Kambangan, Nusa Barung, Madura, Kepulauan
Seribu, Pulau Vulkan Krakatau dll)
3. Pulau Kalimantan
4. Pulau Bali
Wilayah
fauna Indonesia Barat berbatasan dengan wilayah Indonesia Tengah, garis khayal
yang membatasinya dinamakan Garis Wallacea.
Beberapa jenis fauna yang terdapat
di wilayah fauna Indonesia Barat antara lain :
1. Jenis
mamalia, meliputi gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau,
monyet, orang utan, harimau, tikus, bajing, kijang, ajag, kelelawar, landak dan
babi hutan.
2. Jenis
reptil, meliputi buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, bunglon, dan
trenggiling.
3. Jenis
burung, meliputi burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang dan berbagai macam
unggas.
4. Jenis
serangga, misalnya kumbang Badak (kumbang Jawa)
5. Jenis ikan
air tawar, misalnya ikan pesut (sejenis lumba-lumba air tawar di sungai
Mahakam)
Fauna
Indonesia Tengah
Wilayah persebaran fauna Indonesia Tengah juga sering disebut dengan
wilayah fauna Kepulauan Wallacea atau cukup fauna Wallacea saja. Selain itu
juga sering disebut sebagai wilayah fauna peralihan, yaitu wilayah yang
memisahkan antara wilayah fauna Indonesia Barat dengan wilayah fauna Indonesia
Timur. Wilayah fauna Indonesia Tengah meliputi daerah:
1. Pulau Sulawesi
2. Pulau Timor
3. Kepulauan Nusa Tenggara, seperti Flores,
Sumba, Lombok Komodo dan pulau-pulau kecil disekitarnya
Wilayah fauna Indonesia Tengah terletak diantara Garis Wallace dan Garis
Webber. Garis Wallace memisahkan wilayah fauna Indonesia Tengah dengan
Indonesia Barat. Garis Webber memisahkan wilayah fauna Indonesia Tengah dengan
Indonesia Timur.
Beberapa
jenis fauna yang hidup di wilayah fauna Indonesia Tengah antara lain :
1. Mamalia,
meliputi anoa, babi rusa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang tarsius,
monyet saba, kuda, sapi dan banteng.
2. Reptil,
meliputi biawak, kura-kura, buaya, ular dan reptil raksasa khas Indonesia yaitu
komodo
3. Amfibia,
meliputi katak air, katak pohon dan katak terbang
4. Berbagai
macam burung, meliputi burung dewata (burung cendrawasih), maleo, mandar, raja
udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakaktua, nuri dan merpati.
Fauna Indonesia Timur
Wilayah fauna
Indonesia timur disebut juga wilayah fauna dangkalan Sahul. Jenis-jenis fauna
yang terdapat di wilayah ini bertipe Australis, maksudnya jenis fauna yang
hidup mirip dengan fauna-fauna di Australia.
Persebaran wilayah fauna Indonesia
Timur meliputi :
1. Kepulauan Maluku dan kepulauan
kecil di sekitarnya
2. Papua (Irian) dan sekitarnya.
Wilayah
fauna Indonesia Timur berbatasan dengan Wilayah Fauna Indonesia Tengah dan
dibatasi oleh garis khayal yaitu Garis Webber, dan termasuk dalam kelompok
fauna dunia zona Australis.
Beberapa jenis fauna yang hidup di
wilayah Fauna Indonesia Timur antara lain :
1. Mamalia, terdiri atas kangguru,
walaby, beruang, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung),
kuskus, kangguru pohon dan kelelawar.
2. Reptilia, terdiri atas buaya,
biawak, ular, kadal dan kura-kura
3. Amfibia, terdiri atas katak
pohon, katak terbang dan katak air
4. Burung, terdiri atas nuri, raja
udang, cendrawasih, kasuari dan namudur
PERLINDUNGAN
SUMBERDAYA VEGETASI DAN HEWAN
Konservasi
Konservasi adalah pelestarian atau
perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris,
(Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah [2]:
·
Upaya
efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang
berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang
sama tingkatannya.
·
Upaya
perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya
alam
·
(fisik)
Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia
atau transformasi fisik.
·
Upaya
suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
·
Suatu
keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman
genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan
alaminya.
Di Indonesia, berdasarkan peraturan
perundang-undangan, Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan
sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk
menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan
kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan
Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman
wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).
Cagar alam karena keadaan alamnya
mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atau ekosistem tertentu yang perlu
dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Suaka margasatwa
mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya.
Taman nasional mempunyai ekosistem
asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,
menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi
tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu
pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
Cagar Alam
Cagar alam adalah kawasan hutan untuk
melindungi hewan, tumbuhan, tanah dan tempat-tempat bersejarah lainnya.
Contoh cagar alam yang ada di
Indonesia:
1. Cagar alam
Pulau Dua di Jabar untuk melindungi hutan dan burung laut yang beraneka ragam, sehingga dikenal sebagai kerajaan laut.
2. Cagar alam
Cibodas di gunung Gede untuk melindungi hutan huja tropis dan aneka tumbuhan
lainnya.
3. Cagar alam
Ujung Kulon, Jawa Barat untuk melindungi hutan sekaligus binatang di dalamnya
seperti badak bercula satu, rusa, buaya, banteng dan sebagainya.
4. Cagar alam
Pananjung Pangandaran untuk melindungi hutan, rusa, banteng, babi hutan, dan
sebagainya.
5. Cagar alam
Lalijiwa Jatim untuk melindungi hutan flora alpina dan cemara.
6. Cagar alam
raflesia Bengkulu untuk melindungi pohon Raflesia (bunga bangkai).
7. Cagar alam
Sibolangit Sumatera Utara untuk melindungi flora asli Sumatera.
Suaka marga satwa adalah suatu kawasan
hutan tempat melindungi hewan-hewan tertentu dan tidak untuk diburu.
Contoh suaka marga satwa di Indonesia:
1. Suaka marga satwa G. Leuser di Aceh untuk
melindungi gajah, badak, orang utan, tapir, harimau, kambing hutan, dan buaya.
2. Suaka marga satwa Sumatera Selatan untuk
melindungi tapir, badak, harimau, gajah dan rusa.
3. Suaka marga satwa Way Kambas di Lampung
untuk melindungi gajah, badak dan harimau.
4. Suaka
marga satwa Pulau Komodo untuk melindungi komodo.
5. Suaka
marga satwa Baluran Jawa Timur untuk melindungi banteng, badak, kerbau, rusa,
dan sebagainya.
6. Suaka marga satwa pulau Mojo di Sumbawa
untuk melindungi kakaktua, ayam hutan, sapi, babi, dan sebagainya.
7. Suaka marga satwa Kutai Kaltim untuk
melindungi babi hutan, banteng, orang utan, rusa, dan sebagainya.